Senin, April 07, 2014

Puisi

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 10:41:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Semua berawal dari kota itu,

Namun, bukan disana cerita kita,

Tapi, disini,

Tempat kita meraih mimpi lewat realita,

Kota itu hanya mak comblang,

Sedang disini,

Kita berjuang,

Engkau dengan inginmu

Aku dengan anganku

Apa kau dapat asamu?

Aku tetap menangkap angin, seperti anganku,

Jika kau bersedia,

Harapmu, khayalku jadi cita kita,

Tapi, tanya itu belum ku bicarakan,



Apa karena permintaanmu yang pernah ku acuhkan?

Lalu, kita tetaplah aku dan kau

Dengan jalan sendiri

Kau utara,

aku selatan,

Kau di bumi berkendara,

Aku ke langit mengejar bulan.



Sepertinya aku

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 9:57:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Sepertinya aku melupakanmu

Sungguh,,,bukan begitu inginku

Hanya mencoba mandiri

Mencoba bangkit sendiri

Terus bimbing diri



Sepertinya aku tak merindukanmu

Bukan,,,hanya kau tak tau

Semua tentang dirimu

Aku ingin ke sana

Mengingat semua

Lewati jejak bersama

Saat kau dan aku masih bisa bersua



Tapi,,usaha bagaimana lagi

Kau takkan kembali

Ini janji Ilahi

Maha menepati janji

Dan aku??Cuma bisa begini

Merangkai disini

Cerita tentang diri yang masih dini

Setiap hari



AKU SUKA DIA

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 9:56:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Dulu sekali aku suka seseorang

Kulitnya putih,bersih dan terang

Gayanya mempesona orang

Tapi kadang terlihat garang



Pada hari kami wisuda

Dia memegang camcorder lalu berkata

Lihat sini sebentar saja

Walau malu ku turuti juga



Sejak itu kami tak bertemu lagi

Masing-masing bawa diri

Dia tetap disini

Aku jauh di sisi lain bumi



Sekarang kami masih tak pernah berjumpa

Dia pun pasti sudah lupa

Dengan aku seorang teman lama

Yang dulu,kini dan nanti tetap suka dia

Biarkan aku

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 9:55:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Biarkan aku lewat di benakmu

Hanya untuk tau aku ada

Walau hanya sepantas kilat



Biarkan aku singgah di pandanganmu

Supaya kau yakin aku nyata

Walau cuma sekelibat



Biarkan aku melangkah di jalanmu

Menuju rumah kita

Walau tetap tak bisa cepat



Ketika aku sampai dan ketuk pintu

Jangan tunggu lama

Biarkan saja aku masuk

Menetap setelah beristirahat

Seorang Adam

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 9:54:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Biasanya sore begini aku duduk di bangku saja

Perhatikan seorang adam dan beberapa lainnya

Memang dia selalu disana

Dengan temannya menggoda manusia



Seorang hawa berpakaian mini jalan

Mata-mata adam di sana jelalatan

Suara-suara siulan bersahutan

Iringi langkah-langkah laskar setan



Di bangku lain ada pasangan nyasar

Asyik dengan tangan yang menjalar-jalar

Saat berkumandang azan Asar

Mereka tetap tak sadar-sadar



Waktu aku duduk di bangku ini lain hari

Perhatikan adam itu yang tak peduli

Pada hawa berpakaian mini

Karena sudah ada aku sebagai istri

Pertama

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 9:52:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Hari ini hari pertama

Aku duduk di meja belakang

Sebelah seorang gadis rambut keriting

Anak seorang Profesor



Tugas ini tugas pertama

Tapi aku tak punya pensil warna

Padahal tugasnya mewarnai

Lalu ku pinjam dari gadis di sebelahku



Pensil ini pensil pertama

Aku minta izin gadis untuk ditajamkan

Tapi katanya jangan

Karena nanti dimarah ayahnya



Kali ini kali pertama

Aku dengar hal itu dari siapapun

Saat aku bilang ayahnya tak bakal tau

Lantas dia bilang ayahnya punya indra keenam

Akhirnya mulutku diam saja dan

Dalam hati aku berkata “Ah masa’???”

Kita (Aku, kamu dan dia),,,

Diposkan oleh Nieza Farahdina di 9:50:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Haruskah aku menjadi dia

Agar kamu lihat aku

Haruskah dia seperti kamu

Supaya aku senang



Aku adalah aku yang begini

Tak bisa tersenyum karena dia

Sedang kamu tetap kamu

Yang takkan tinggalkan dia



Andai semua cinta itu indah

Mungkin kita sudah sempurna

Andai semua manusia sama

Mungkin hidup hanya hitam dan putih

Karena itu cukup dengan dirimu

Tanpa perlu munafik

Ikan tak bisa jadi amfibi

Yang berusaha hidup di darat

Padahal ia sekarat

Hanya temukan saja habitatmu

Maka engkau akan bahagia
 

Tentang hidup yang sederhana,, Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea